Inovasi dalam Produksi Baja Berkelanjutan

Baja adalah salah satu material yang paling banyak digunakan di dunia, namun juga salah satu penyumbang terbesar emisi karbon dioksida (CO2). Artikel ini membahas berbagai inovasi dan teknologi baru yang sedang dikembangkan untuk mengurangi dampak lingkungan dari produksi baja, yang dikenal sebagai industri yang sangat intensif energi.

 

Poin Utama:

  • Penggunaan Hidrogen dalam Produksi Baja

Salah satu teknologi yang sedang dikembangkan adalah penggunaan hidrogen untuk menggantikan batu bara dalam proses produksi baja. Ini dikenal sebagai proses Direct Reduction of Iron (DRI) menggunakan hidrogen, yang menghasilkan uap air (H2O) sebagai produk sampingan, alih-alih CO2. Teknologi ini menjanjikan untuk mengurangi emisi karbon dalam produksi baja secara signifikan.

  • Baja Daur Ulang (Recycled Steel)

Penggunaan baja daur ulang untuk mengurangi kebutuhan bahan baku primer seperti bijih besi adalah salah satu cara yang lebih ramah lingkungan. Proses peleburan baja daur ulang menggunakan lebih sedikit energi dan menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan dengan proses pembuatan baja baru dari bijih besi.

  • Electric Arc Furnace (EAF):

Penggunaan Electric Arc Furnace (EAF) sebagai alternatif metode blast furnace tradisional juga lebih efisien dalam hal energi dan lebih ramah lingkungan, karena menggunakan lebih banyak baja daur ulang dan mengurangi emisi CO2.

  • Peran Perusahaan Baja dalam Pengurangan Emisi

Beberapa perusahaan baja besar seperti ArcelorMittalTata Steel, dan SSAB sedang berinvestasi dalam teknologi rendah karbon, termasuk pengembangan pabrik baja berbasis hidrogen dan memperkenalkan sistem produksi yang lebih ramah lingkungan.

Tantangan:

  • Biaya Transisi: Meskipun teknologi baru ini menjanjikan pengurangan emisi, biayanya masih relatif tinggi, dan banyak perusahaan baja di negara berkembang menghadapi kesulitan dalam mengakses teknologi tersebut. Selain itu, infrastruktur energi terbarukan yang diperlukan untuk mendukung produksi baja hijau juga belum merata di seluruh dunia.
  • Regulasi Pemerintah: Pemerintah di banyak negara juga mulai memberlakukan peraturan yang lebih ketat terkait emisi karbon dan keberlanjutan industri. Ini mendorong produsen baja untuk berinovasi, tetapi juga menambah biaya operasional dan investasi.